Blogging dengan Jekyll

1 minute read

Apa itu Jekyll? Jekyll merupakan engine static-site generator (SSG) yang populer. Salah satu kasus yang bisa ditangani oleh Jekyll adalah untuk blogging.

Jadi seberapa sulit kira-kira blogging dengan Jekyll dibanding Wordpress? Time will tell.

github.io atau gitlab.io

Pertama karena aku ingin di host gratis jadinya ada 2 pilihan, yaitu github.io atau gitlab.io. Problemnya di GitHub private repository aku udah kena limit. Harus upgrade account kalau mau nambah private repo.

Kenapa harus private? Iya kali isi blog bebas diakses siapa aja haha. Jadi pilihannya cuma gitlab.io. Sampe sekarang bikin private repo di GitLab belum dibatasi. Entah kedepan.

Selain itu di kantor juga pakenya GitLab. Jadi lebih terbiasa dengan interfacenya.

Gunakan Ruby 2.4

Memang yang terbaru versi 2.5, tapi pas coba serve local di Windows ada gem yang engga kompatibel dengan versi 2.5. Ditambah lagi gitlab.io masih pakai 2.4, jadi mau ga mau harus mau pake 2.4.

Blog yang lama?

Prioritas sekarang memindahkan content dari blog lama ke sini. Untuk import dari Wordpress udah ada toolnya. Nanti kalau udah diimport semua yang lama cukup redirect ke yang baru aja.

Karena lagi pake Windows, jalanin scriptnya ga bisa langsung di cmd. Harus buat dulu file misal jekyllimport.rb. Isinya command import diatas mulai dari bagian require. Terus jalanin pake command ruby jekyllimport.rb. Dijalaninnya di dalam direktori jekyll blog hasil clonenya dong. Nanti dia bakal otomatis ngisi ke direktori _posts.

Tapi pas dicek kok filenya ekstensi .html semua yah? Katanya bakal otomatis jadi markdown? Ternyata argumen extension di command diatas harus dirubah jadi .md. Jiah terus kenapa defaultnya .html? 😓

Setelah restart jekyll baru pada muncul postingannya. Seperti yang disebut di pagenya yang diimport cuma content aja, tanpa styling dan image. Jadi wae masih ada tag-tag html kaya <p> dan &nbsp;.

Terus untuk image enaknya gimana yah? Masa iya diupload semua ke repo. 😂

Akhirnya diputuskan diupload ke Google Photos, terus buat shared album, terus masing-masing ambil direct linknya buat diembed. Bisa pake tool ini. Cape? So pasti. Tapi gimana lagi. 😪

Tags:

Categories:

Updated:

Comments